Senin, 13 Februari 2012

Sejarah Singkat Internet

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Daftar kejadian penting

Tahun Kejadian
1957 Uni Soviet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.
1958 Sebagai buntut dari "kekalahan" Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer.
1962 J.C.R. Licklider menulis sebuah tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Pada tahun ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.
Awal 1960-an Teori mengenai packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata.
Pertengahan 1960-an ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan "Cooperative Networking of Time-sharing Computers", dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.
1965 Istilah "Hypertext" dikeluarkan oleh Ted Nelson.
1968 Jaringan Tymnet dibuat.
1971 Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.
1972 Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak Internet"
1972-1974 Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up.
1973 ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.
1974 Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel "A Protocol for Packet Network Interconnection".
1974 Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama.
1977 Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.
1978 Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP).
1979 Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis.
Pada tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.
Awal 1980-an Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia.
Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung.
Layanan BITNET (Because It's Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP).
CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.
1982 Istilah "Internet" pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut.
Name server mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut.
Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.
1986 Diperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal dengan DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer.

Kejadian penting lainnya

Tahun 1971, Ray Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, ikon "@" juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.
Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator.

Rabu, 18 Januari 2012

Membuat Menu Login

1. Buat form login sederhana saja..tampilannya username password sama tombol masuk. ada 3 objek yang harus dibuat , pertama input text untuk username, kemudian input text untuk password dan button untuk tombol masuk.

2. Seperti biasa buat 2 layer, layer yang pertama untuk objek dan layer yang kedua untuk script . pada layer pertama (untuk objek) buat 3 frame kosong (tau kan caranya??klik di frame kosong kemudian insert blank key frame) fungsi dari frame pertama adalah tampilan form login, frame kedua adalah tampilan jika user berhasil masuk (username dan passwordnya cocok) dan frame ke tiga adalah kondisi jiga user gagal masuk (username dan passwordnya tidak cocok atau dikosongkan) isi ketiga frame tersebut dengan skrip stop();

4. Setelah selesai membuat tiga frame dan mengisi tiap frame dengan action script stop(); maka melanjutkan pada langkah selanjutnya yaitu membuat form login. Klik pada frame pertama layer objek. kemudian buat form login. desain terserah anda

5. untuk tombol masuk beri instance name "tombol" (tanpa tanda petik) selanjutnya dengan menggunakan text tool kita akan membuat kolom username dan password.
6. untuk kolom username Pilih text tool kemudian ubah tipenya menjadi input text beri instance name username dan beri nama var username. Sesuaikan dengan ukuran rectangle yang telah dibuat agar tulisan pas dengan kolom , untuk kolom password lakukan hal yang sama seperti diatas akan tetapi ganti instance name nya menjadi katakunci dan var nya menjadi password .

7. Selanjutnya membuat tamppilan pada frame ke 2 dan ke 3, sederhana saja untuk tampilan ke 2 buat saja tulisan dengan text tools "ANDA BERHASIL MASUK" dan untuk Frame ke 3 buat tulisan "PASSWORD/USERNAME YANG ANDA MASUKAN SALAH" dan buat tombol untuk kembali ke form utama.

8. Setelah semua desain kita buat sekarang tinggal memasukan script kondisi pada layer Script. Script ini dimasukan untuk mengecek kondisi apabila username dan password cocok maka frame pindah ke frame 2, sedangkan jika gagal/ salah password/username maka frame akan pindah ke frame ke tiga. Untuk isi username dan password terserah anda.

username.text = "";
password.text = "";
tombol.onRelease = function (){
if (username == "data" and password == "indranugraha") {
gotoAndStop(2);
} else {
gotoAndStop(3);
}
}

Minggu, 15 Januari 2012

Membuat Preload atau Loading pada Flash

Sebelum masuk ke sebuah halaman aplikasi biasanya terdapat tampilan load yang bergerak sampai akhirnya masuk ke suatu halaman.
Berikut cara pembuatan preload sederhana flash.
Pertama buat file pada flash.
Lalu import gambar background untuk bar preload nya. Seperti gambar berikut.















Lalu masukan bagian bar yang nantinya yang bergerak. Dengan cara import dan drag seperti tadi.















Pilih bagian bar load ( yang merah ) lalu tekan f8 dan pilih convert to symbols- movie clip.








Setelah itu klik dua kali bagian bar merah tsb. Hingga muncul jendela baru bernama symbol 1.
Pada jendela symbol1, pilih bar merahnya dan klik kanan (insert key frame pada timeline 60)















Buat layer baru (insert new layer), lalu buat jadi mask (klik kanan layer – pilih mask )
Beri nama layer 2 jadi mask supaya mempermudah.
Pada layer mask, insert keyframe pada timeline 1. Dan buat shape kotak pada sisi kiri load bar seperti gambar berikut.















Convert kotak mask tersebut jadi movie clip. Dan buat keyframe pada timeline 60.
Pada timeline 60, besarkan kotak mask hingga menutupi bagian bar load (yg merah pada gambar saya) liat gambar berikut.



Setelah itu beri motion tween (klik kanan di timeline mana saja antara timeline 1 – 60 lalu pilih  create motion tween). Lihat gambar berikut.















Buat layer baru dan Beri actionscript stop pada timeline 60 supaya tidak terjadi looping.
\

Membuat Halaman Log In Page di Dreamweaver CS3, CS4 dan CS5

Banyak para pengguna Dreamweaver CS3, CS4 dan CS5 belum banyak tahu bagaimana caranya membuat sebuah halaman untuk Log In. Dalam tutorial kali ini, Anda akan belajar membuat sebuah halaman untuk log in.
Sebelum masuk ke dalam tutorial ini, saya asumsikan Anda telah memiliki memiliki tabel data MySQL yang menyimpan data username dan password yang akan digunakan untuk log in dan Anda telah membuat Database Connection.
Berikut ini adalah contoh form yang akan digunakan.
<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN” “http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd”>
<html xmlns=”http://www.w3.org/1999/xhtml”>
<head>
<meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=utf-8″ />
<title>Untitled Document</title>
</head>  <body>
<form id=”form1″ name=”form1″ method=”post” action=”">
<p><label>Username:<input type=”text” name=”username” id=”username” /></label> </p>
<p><label>Password: <input type=”text” name=”password” id=”password” /></label></p>
<p><input type=”submit” name=”submit” id=”submit” value=”Log In” /></p>
</form>
</body>
</html>
Maka tampilannya akan tampak seperti gambar di bawah ini:
Menambahkan fasilitas Log In user
Setelah form di atas telah jadi, berikut adalah langkah selanjutnya:
  1. Klik Server Behaviors > User Authentication > Log In User
  2. Window Log In User akan keluar, isikan beberapa parameter berikut ini.
  3. Get input from form: form1
  4. Username field: username
  5. Password field: password
  6. Validate using connection: ……………..pilih koneksi yang telah Anda buat
  7. Table: administrator (bisa jadi nama tabelnya berbeda. Dalam tutorial ini diasumsikan fasilitas log in menggunakan data username dan password yang disimpan dalam tabel administrator).
  8. Username column: username
  9. Password column: password
  10. If log in succeds, go to: index.php, link ini harus diisi untuk mengarahkan user ke halaman yang telah Anda tentukan setelah melakukan Log In
  11. Go to previous URL (If exist), ini dapat Anda beri tanda check. Maksud dari ini adalah jika Anda mencoba memasukki halaman yang diproteksi, maka biasanya Anda akan diarahkan ke ke halaman log in. Begitu Anda melakukan log in, maka Anda otomatis akan diredirect ke halaman terproteksi tersebut
  12. If log in fails, go to: login.php, ini artinya jika seseorang mengalami kegagalan log in mau diarahkan ke halaman mana.
  13. Restrict access based on: Username and password. Jika Anda memilih Username, password and access level, pastikan tabel Administrator juga menyediakan kolom level administrator.
  14. Klik OK
  15. Dreamweaver otomatis akan menambahkkan scripts Log In User di atas kode HTML yang sebelumnya Anda buat.
Berikut adalah kode akhirnya:
<?php require_once(‘Connections/llll.php’); ?>
<?php
if (!function_exists(“GetSQLValueString”)) {
function GetSQLValueString($theValue, $theType, $theDefinedValue = “”, $theNotDefinedValue = “”)
{
if (PHP_VERSION < 6) {
$theValue = get_magic_quotes_gpc() ? stripslashes($theValue) : $theValue;
}  $theValue = function_exists(“mysql_real_escape_string”) ? mysql_real_escape_string($theValue) : mysql_escape_string($theValue);
switch ($theType) {
case “text”:
$theValue = ($theValue != “”) ? “‘” . $theValue . “‘” : “NULL”;
break;
case “long”:
case “int”:
$theValue = ($theValue != “”) ? intval($theValue) : “NULL”;
break;
case “double”:
$theValue = ($theValue != “”) ? doubleval($theValue) : “NULL”;
break;
case “date”:
$theValue = ($theValue != “”) ? “‘” . $theValue . “‘” : “NULL”;
break;
case “defined”:
$theValue = ($theValue != “”) ? $theDefinedValue : $theNotDefinedValue;
break;
}
return $theValue;
}
}
?>
<?php
// *** Validate request to login to this site.
if (!isset($_SESSION)) {
session_start();
}
$loginFormAction = $_SERVER['PHP_SELF'];
if (isset($_GET['accesscheck'])) {
$_SESSION['PrevUrl'] = $_GET['accesscheck'];
}
if (isset($_POST['username'])) {
$loginUsername=$_POST['username'];
$password=$_POST['password'];
$MM_fldUserAuthorization = “”;
$MM_redirectLoginSuccess = “index.php”;
$MM_redirectLoginFailed = “login.php”;
$MM_redirecttoReferrer = true;
mysql_select_db($database_llll, $llll);
$LoginRS__query=sprintf(“SELECT username, password FROM administrator WHERE username=%s AND password=%s”,
GetSQLValueString($loginUsername, “text”), GetSQLValueString($password, “text”));

$LoginRS = mysql_query($LoginRS__query, $llll) or die(mysql_error());
$loginFoundUser = mysql_num_rows($LoginRS);
if ($loginFoundUser) {
$loginStrGroup = “”;

if (PHP_VERSION >= 5.1) {session_regenerate_id(true);} else {session_regenerate_id();}
//declare two session variables and assign them
$_SESSION['MM_Username'] = $loginUsername;
$_SESSION['MM_UserGroup'] = $loginStrGroup;

if (isset($_SESSION['PrevUrl']) && true) {
$MM_redirectLoginSuccess = $_SESSION['PrevUrl'];
}
header(“Location: ” . $MM_redirectLoginSuccess );
}
else {
header(“Location: “. $MM_redirectLoginFailed );
}
}
?>
<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN” “http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd”>
<html xmlns=”http://www.w3.org/1999/xhtml”>
<head>
<meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=utf-8″ />
<title>Untitled Document</title>
</head>
<body>
<form id=”form1″ name=”form1″ method=”POST” action=”<?php echo $loginFormAction; ?>”>
<p><label>Username:<input type=”text” name=”username” id=”username” /></label> </p>
<p><label>Password: <input type=”text” name=”password” id=”password” /></label></p>
<p><input type=”submit” name=”submit” id=”submit” value=”Log In” /></p>
</form>
</body>
</html>
Java Web Media adalah perusahaan yang bergerak di bidang web desain dan web development. Java Web Media berkantor di kota Depok. Kami siap membantu Anda mewujudkan website Anda.